Mengoptimalkan Potensi Gas, Jadikan BUMD Local Partner

Mengoptimalkan Potensi Gas, Jadikan BUMD Local Partner

Penemuan potensi cadangan gas baru dalam dua tahun terakhir ini menunjukkan bahwa potensi gas yang dimiliki Indonesia relatif besar. Penemuan sumber gas baru i i akan memperkuat ketahanan energi nasional, penggerak ekonomi, dan meningkatkan investasi di sektor energiu dan industri terkait dengan mengganfengn BUMD sebagai local partner.

SUMBER gas baru yang ditemukan di beberapa wilayah di Indonesia pada tahun 2023, termasuk penemuan gas besar di South Andaman, Sumur Eksplorasi Layaran-1 dengan potensi yang cukup besar. Penemuan ini bisa melebihi dari penemuan sumur Geng North-1, cekungan Kutai dan masuk ke dalam tiga besar dunia.

Dalam konteks ketahanan energi nasional, penemuan sumber gas baru ini dapat menjadi sumber energi alternatif yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi nasional. Pemerintah Indonesia telah menetapkan masalah ketahanan energi sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. Meskipun, penggunaan sumber energi fosil seperti gas bumi juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan.

Dwi Budi Sulistiyana, Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama (PJU), mengatakan, dalam mendukung percepatan transisi energi di dalam negeri, Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik guna mendorong target penurunan emisi Indonesia tahun 2030.

Di samping itu, Dwi menambahkan, Indonesia meningkatkan komitmen pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) pada tahun 2030 dengan target penurunan emisi per 23 September 2022 sebesar 31,89% (sebelumnya 29%) unconditionally dan 43,20% (sebelumnya 41%) conditionally. “Dengan berbagai program Pemerintah dan investasi ini, diharapkan Indonesia mencapai target net zero emissions (NZE) pada tahun 2060 atau lebih cepat sesuai dengan Perjanjian Paris,” ucap dia.

Kontribusi Energi Gas
Berkaitan dengan NZE Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk mencapai NZE pada tahun 2060 atau lebih cepat. Untuk itu, pemerintah tengah menyusun peta jalan yang mencakup lima prinsip utama, yaitu peningkatan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT), pengurangan energi fosil, kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, dan pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS), dan dengan program penerapan transisi energi yang dicanangkan pemerintah maka diharapkan target NZE 2060 dapat dipenuhi lebih cepat.

Pada tahun 2019, seperti dilansir dari Kompas.com, kontribusi gas alam terhadap seluruh permintaan energi di seluruh dunia hanya sekitar 23 persen. Namun, pada 2050, pangsa gas alam diperkirakan akan mencapai 28 persen dari seluruh permintaan sumber energi di seluruh dunia, menggeser dominasi minyak bumi dan batu bara.

Namun, menurut Dwi, sekali lagi perlu diingat bahwa penggunaan sumber energi fosil seperti gas bumi juga memiliki dampak negatif terhadap lingkungan. “Oleh karena itu, transisi energi ke sumber energi terbarukan seperti energi surya, angin, hidro dan panas bumi menjadi semakin penting untuk dilakukan,” tegas dia.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan target untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025 . “Dengan demikian, penemuan sumber gas baru di Indonesia dapat menjadi peluang untuk mempercepat transisi energi ke sumber energi terbarukan dan berkelanjutan,” tutur Dwi.

Peran Aktif PT PJU
Dwi, mengatakan, sejak tahun 2016 sampai dengan sekarang, “PT PJU telah bekerja sama dengan PT PLN Nusantara Power (PLN NP) sebagai salah satu pemasok gas untuk kebutuhan pembangkitan di PLN NP UP Gresik yang dimanfaatkan untuk kebutuhan kelistrikan di Jawa Timur.

“Pada tahun 2023 penyaluran ke PLN NP sebesar 11.501 MMSCF (rata-rata 31,51 MMSCF per hari) yang perharinya setara dengan 122,53 MW. Dengan asumsi penggunaan listrik per Rumah Tangga sebesar 1.300 Watt, maka Penyaluran gas PT PJU tersebut pada kelistrikan di Surabaya dapat mencakupi sekitar 86.561 Rumah Tangga dari 790.186 Rumah Tangga atau 11% dari total keperluan listrik Rumah Tangga di Surabaya,” jelas dia.

Dia menambahkan, PT PJU terus mendorong seluruh lini bisnis untuk memaksimalkan pemanfaatan gas dalam rangka transisi energi. “Hal ini dibuktikan bahwa PT PJU selain menjual gas dedicated untuk kelistrikan (pembangkit) juga akan menjual gas untuk industri sebagai pengganti batu bara ataupun bahan bakar lain yang mencemari lingkungan dalam bentuk CNG,” ucap Dwi.

PT PJU bersyukur dukungan Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa serta pembinaan dari Biro Perekonomian Setda Prov Jatim dan Bapak Sekda Prov Jatim sangat maksimal sehingga memberi ruang PT PJU tumbuh.

Menurut Dwi, kendala utama yang PT PJU hadapi tentunya adalah permodalan yang cukup besar dalam upaya-upaya untuk memaksimalkan potensi energi gas. “Saat ini belum ada aturan khusus dari pemerintah pusat untuk mendukung Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan sebagai local partner Pemerintah untuk mengoptimalkan potensi gas di dalam wilayahnya sendiri,” ucap dia.

Untuk itu, Dwi melanjutkan, perlu dibuat suprastruktur yang mendukung ekosistem bisnis energy gas wajib melibatkan BUMD sbg lokal partner apakah dari mulai perencanaan-pembangunan sampai operasinya ataupun niaganya. “Kami berharap sebagai BUMD untuk dapat berperan dan dilibatkan local partner Pemerintah Pusat,” pungkas Dwi. (sumber : Majalah Listrik Indonesia, No 96, Januari-Februari 2024)

Share: